Senin, 25 Februari 2013

JR #4 Tentamg Mimpi

Berbicara tentang mimpi,semua orang tentu pernah dan pasti mempunyai sebuah mimpi/impian tentang masa depan :) seperti halnya dengan saya tentunya. Sewaktu saya kecil, saya bermimpi ingin menjadi seorang bidan tetapi karena faktor ekonomi saya malah akhirnya menjadi TKI. Tadinya saya menjalani semua dengan terpaksa tetapi akhirnya saya sadar bekerja harus dengan hati, hingga saya pun bisa dikatakan sukses bekerja diluar negeri walau hanya sebagai TKI. Tetapi saya bangga karena saya bisa membantu perekonomian keluarga,menyekolahkan adik-adik saya dan membantu sanak saudara.

Tadinya saya sudah pasrah dengan keadaan ,bermimpi pun saya tidak berani, tetapi setelah mengikuti pembelajaran Entrepreneur, hingga saya bisa mengikuti pembelajaran PER Batch 2 ini semua telah membuka kembali lembaran mimpiku, untuk saat ini saya tak lagi ingin menjadi seorang bidan tetapi saya ingin menjadi seorang pengusaha memiliki sebuah toko seperti mini market adalah impianku.
Semangat itu semakin menggebu sehingga menguatkan tegad saya untuk segera pulang ke tanah air , membuka lembaran baru memperbaiki dan membangun kembali keluarga kecilku :) .

Tetapi kadang semua apa yang kita inginkan dan impikan tak sepenuhnya segera menjadi kenyataan, menjadi seorang hiu lautan tidak semudah kita membalik telapak tangan, apalagi jika kita sudah terbiasa menjadi hiu kolam/seorang pekerja yang terbiasa tergantung pada gaji pada setiap bulannya.
Mungkin juga karena kurangnya persiapan dan perencanaan yang matang serta tidak adanya survei yang benar tentang keadaan di daerahku , juga tidak adanya keterus terangan tentang kondisi rumah, hutang piutang dan lain-lain dari pihak keluarga dan orang tua karena keinginan mereka hanya menyuruh saya untuk segera pulang. Mungkin benar juga seandainya mereka tidak menutupi semua dan saya tau keadaan di rumah saya pasti masih bertahan menjadi TKI di luar negeri. Belum lagi ditambah dengan musibah yang datang bertubi-tubi ayah dan ibu sakit. Alhamdullillah ayah saya  sudah sembuh, tetapi ibu tiri saya masih harus cuci darah setiap minggunya karena penyakit diabetes yang sudah sangat parah dan komplikasi dengan berbagai penyakit lainnya.

Di pembelajaran minggu ke 4 ini, saya tidak bisa konsentrasi penuh mengikuti pelajaran, aku bingung dan stres apa yang harus aku lakukan ?. Dana yang saya persiapkan untuk membuka toko sesuai rencana akhirnya terus berkurang sedikit demi sedikit, hingga jatuh pada titik minimum dan saya pun tidak bisa memperbaiki kondisi rumah dan toko yang sudah tidak layak huni, saat itu saya benar-benar putus asa ingin saya kembali ke luar negeri menelpon bos saya yang mungkin masih bisa menerima saya seperti janjinya ketika saya berpamitan pulang "kapanpun kami masih bisa menerima kamu kembali jika kamu masih mau bekerja di Hongkong". Tetapi saya mencoba merenung dan berpikir jernih kembali, saya ingin bangkit dan tetap bisa komitment bahwa saya pun bisa sukses di Indonesia tidak harus kembali bekerja keluar negeri.

Sayapun mulai membaca dan mempelajari materi minggu ke 4 - Cermat Biaya. Dimana didalamnya mempelajari tentang "Bootstrap". Bootstrap adalah : suatu cara mengumpulkan modal untuk memenuhi usaha,biasanya berasal dari kantong sendiri,saudara atau teman. Dengan kata lain bootstrap adalah : bagaimana kita menggunakan akal kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dengan langkah-langkah yang kreatif dan inovatif dan menghemat biaya.
Setelah saya membaca materi ini saya mulai berpikir memutar otak saya, selama ini ayah tergantung dengan kiriman gaji dari saya, tetapi sekarang saya tidak bekerja lagi, sementara ibu sakit dan tidaklah mungkin saya tinggal diam, tetapi juga tidak mungkin saya terus menerus menguras tabungan saya, akhirnya kutemukan sebuah ide. Karena tidak cukup untuk memperbaiki ruko dan kalaupun saya paksakan untuk memperbaikinya saya akan kekurangan modal untuk membeli barang dagangan nantinya dan tidak mau berhutang, selain itu saya pun belum yakin dengan pasar yang ada sekarang. Untuk itu saya alihkan sebagian dana yang ada untuk investasi tanah, saya membeli sebuah area lahan persawahan tidak begitu luas hanya 125 ubin, dengan harga Rp 130.000.000,- . Dan sawah itu saya percayakan kepada ayah untuk merawatnya dengan sistem bagi hasil. Dengan demikian ayah saya memiliki pekerjaan tetap dan mendapatkan penghasilan sendiri jadi tidak lagi bergantung sepenuhnya pada saya. Sayapun memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mulai menabung sedikit-demi sedikit lagi untuk menambah modal membuat toko yang saya impikan.

Dan untuk kegiatan saya sekarang dengan teori efektuasi, dan melihat pasar yang ada untuk sementara saya membuka usaha kecil-kecilan, ya mungkin kelihatan sangat sederhana karena terbentur faktor sisa dana yang ada. Saya membuka sebuah warung SJ (Spesial Jajanan) pasar utama adalah anak-anak SD di dekat rumah saya,setiap harinya saya bisa mendapatkan Rp 100.000,- sampai Rp 150.000,- dari anak SD yang jajan rata-rata Rp 1.000,- samapi Rp 2.000,- setiap harinya.
Selain itu untuk inovasi yang saya lakukan juga dengan menerima pesanan snack untuk ibu-ibu arisan/pengajian di desa, menyediakan nasi rames dan soto ayam . Selain itu juga membuka usaha cucian motor dan mobil yang di kelola oleh suami saya.

Itulah sekilas tentang impian saya,walau belum terwujud saya akan terus berusaha mewujudkannya. Mungkin terkesan agak curhat, tetapi saya menulis ini juga untuk pelajaran teman-teman saya yang masih di luar negeri persiapkan sebaik mungkin segala sesuatunya sebelum pulang ke Tanah Air, manfaatkan waktu dan kesempatan yang ada untuk membawa bekal modal dan ilmu untuk bisa menjadi hiu lauatan yang sanggup menerjang badai dan tantangan ;) . Salam Entrepreneur.... ^.^ ! .




Inilah foto-foto dari warung dan cucian motor usaha saya dan suami


Dan inilah sebuah bait motivasi yang memberi semangat kepada saya :

Teruslah bergerak, hingga keletihan itu lelah mengikutimu
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu
Hamba Allah tidak akan berhenti di persimpangan
Hanya ketika bertemu dengan-Nyalah, waktu-waktu untuk istirahat



Terimakasih untuk semuanya yang telah membaca blog saya ini semoga bermanfaat, ditunggu kritik dan sarannya. Terimakasih.

Senin, 04 Februari 2013

JR #3 Lokasi Itu Penting

Di minggu ke 3 ini, dalam PER Batch 2 kita mempelajari tentang "Pentingnya Pemilihan Lokasi Bisnis Ritel". Ini adalah pembelajaran baru bagi saya, selama ini saya benar tidak tau kalau lokasi ternyata sangat penting dan besar pengaruhnya dalam usaha bisnis ritel . Selama ini yang saya pikirkan adalah saya harus punya modal banyak kalau saya mau memulai bisnis sebagai bekal nanti setelah di Indonesia, tetapi setelah belajar di PER Batch 2 ini mata saya terbuka, pengetahuan tentang ritel semakin bertambah benar saya merasa senang sekali berkesempatan untuk bisa belajar dan memperdalam ilmu Entrepreneur disini. Thank you bapak dan ibu dosen atas bimbingannya :) !

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih lokasi toko :

1. Dekat dengan market
2. Gampang terlihat (viewable) : lokasi yang strategis dan gampang dilihat akan mempermudah menarik customer dan meminimalisir biaya promosi
3. Traffic : arus lalu lalang orang/kendaraan
4. Akses : arus lalu lintas 1 arah/2arah, apakah letak tokonya pada sisi orang pulang/berangkat beraktifitas.
5. Sharing area/monopoli area : untuk sharing area,berarti harus siap bersaing dengan toko sejenis/kometitor tetapi keuntungannya kita masuk pada area yang sudah  pasti marketnya.
Sedangkan untuk monopoli area,berarti kita harus mengeluarkan biaya ektra untuk promosi tetapi keuntungannya kita akan lebih leluasa karena tidak ada kompetitor.
6. Biaya sewa : untuk lokasi yang strategis otomatis harganya lebih mahal.
7. Legalitas
8. Lingkungan sekitar : apakah toko yang akan kita dirikan mendukung dengan lingkungan sekitar seperti untuk distro,lebih cocok dideretan usaha warnet,game,cofe dan tidak cocok dideretan bengkel,toko bangunan dll.

Ini foto usaha ritel yang saya impikan :)

Selain itu kita juga mempeljari " Analisis SWOT" yang merupakan tugas di minggu ke 3 ini.

Lokasi Rumahku Berkah Buat Ritelku


Lokasi menjadi sebuah hal yang sangat berperan besar pada sebuah rencana bisnis. Dari lokasi pun kadang menimbulkan ide-ide baru untuk memulai usaha,dalam dunia usaha memang ga ada kata baku seseorang harus memulai dari ini dan itu untuk berhasil. Sebuah bisnis yang kita impikan tidak serta merta harus selalu langsung terwujud  perlu sebuah lompatan atau batu pijakan untuk menggapai usaha yang akan kita capai. Saya  mempunya impian dan ide sebuah toko untuk memajang hasil kerajinan tangan sendiri (handmade ) . Ketrampilan itu saya dapatkan sewaktu saya bekerja di Hongkong . Saya memang sangat menyukai hal-hal yang berbau kerajinan tangan . Entah mengapa sejak kecil saya menyukai hal-hal yang unik-unik ,saya berpikir bagaimana cara membuatnya dan sangat kagum dengan hasil kerajinan tangan apapun itu. Tidak jarang  setiap kali saya mampir ke sebuah toko kerajinan tangan saya betah untuk berlama-lama disitu dan terkadang sampai lupa waktu . Namun ketika saya pulang ke Tanah Air, tepatnya tinggal di desa, tempat dimana  ingin memulai usaha yang saya impikan . ternyata untuk memulai usaha handmade sepertinya perlu pijakan dulu untuk mempersiapkan semua itu. setelah saya mempelajari teori  efektuasi,sayapun memutuskan untuk  sementara akan memanfaatkan lokasi  yang sudah ada untuk usaha jajanan.

Memang ini keluar dari sebuah kotak dari beberapa orang-orang yang telah sukses pada dunia usaha dimana ketika kita menginginkan sesuatu itu kita harus fokus satu ide untuk usaha yang kita impikan, jangan bermacam-macam usaha. Tetapi ketika saya melihat lokasi yang ada disekitar, sayapun berpikir untuk usaha yang memang pas di lokasi yang saya tempati. Lokasi yang saya tempati ini dekat dengan sebuah sekolah dasar dan persis ditengah-tengah desa yang dekat dengan kantor kelurahan ,masjid dan lapangan bola. Dan letaknya pun cukup strategis ditepi jalan raya yang menghubungkan antar desa dan jalur menuju kota kecamatan, juga lokasinya terletak di bagian tengah desa sehingga mudah dijangkau dari banyak arah dari blok-blok perumahan yang ada dan diapit oleh Kantor Administrasi desa  dan Sekolah Dasar ini dapat memberi  peluang pasar yang baik.

Lokasi yang yang seperti ini untuk usaha handmade memang ada peluang,tetapi untuk usaha ini perlu disiapkan segala sesuatunya lebih matang seperti melatih karyawan untuk membantu membuat tas handmade yang ingin aku pasarkan karena tanpa karyawan atau seseorang yang bisa membantu untuk bisa membuat tas kerajinan dari tali aku akan kerepotan untuk memenuhi permintaan pasar. Dan rencananya untuk memanfaatkan pasar yang ada sekarang saya akan memulai usaha dengan membuka “Warung SJ (Spesial Jajanan)” yang akan saya dirikan di sebelah selatan halaman rumah menghadap ke Utara dan Jalan raya . Kemudian karena letaknya strategis banyak dilalui kendaraan bermotor saya akan membuka usaha jasa “Cucian Motor”. Dan untuk bagian tengah (bekas toko kelontongan) rencananya saya akan merenovasinya menjadi toko kebutuhan sehari-hari berbentuk seperti mini market dan sebelahnya saya akan buka Distro untuk fashion dan handmade. Namun karena keterbatasan dana saya akan mengawali dengan  Warung SJ dan Cucian Motor terlebih dahulu sembari menularkan ilmu membuat tas handmade kepada saudara/tetangga yang masih menganggur yang nantinya akan saya rekrut untuk bekerja sama dalam membuat tas handmade saya. Baru setelah cukup modal saya akan membuka Distro hand made dan Mini marketnya.Sehingga pada saat itu saya sudah memiliki pelanggan dan pasif income dari usaha yang telah berjalan, dan hal ini akan mempermudah dalam hal promosi ke pasar. Itulah rencana usaha yang ingin saya dirikan .

Menurut  analisis SWOT dari lokasi yang saya miliki saat ini adalah :



Internal Origin :





Ø  Weaknesses/kelemahannya :kalau hanya mengandalkan pasar anak SD maka usahanya kurang berkembang dengan pesat, di lokasi pedesaan harus siap apabila banyak konsumen yang berhutang dulu, harus pandai berinovasi untuk membuat masakan yang bisa diterima oleh masyarakat sekitar.
External Origin :
Ø  Opportunities/peluangnya : lokasi ini bersebelahan dengan Sekolah Dasar sehingga cukup produktif untuk membuka usaha warung jajanan seperti yang saya rencanakan, dan untuk mengembangkan usaha maka membuat inovasi baru dengan tidak hanya mengandalkan pasar hanya anak SD dengan menyediakan menu nasi rames dan sayur matang untuk masyarakat sekitar dan pendatang yang mampir .
Ø Threats/ancamannya : sudah ada beberapa usaha yang sejenis sehingga harus siap bersaing dengan kompetitor di pasar yang sudah ada, belum begitu pandai dalam memasak berbagai menu yang akan disajikan, masih harus banyak survei pasar apa yang di inginkan dan disukai masyarakat sekitar untuk menu makanan yang akan disediakan.
Ø Dan cara mengatasinya kekurangannya/kelemahannya : dengan menyiapkan uang cadangan untuk  keperluan usaha  serta bisa  tegas menyetop jatah utangan dalam jumlah tertentu sehingga kita tidak akan rugi bahkan bangkrut karena kekurangan modal ,membuat inovasi baru dengan menyediakan makanan lain di warung jajanan seperti nasi rames, harus banyak belajar untuk bisa menyediakan makanan yang lebih menarik konsumen.
 
S : Strengths (kekuatan )
W : Weaknesses (kelemahan)
O : Opportunities (kesempatan)
T : Threats (ancaman)

SWOT adalah : metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan,kelemahan,peluang dan ancaman.

Dan inilah foto-foto dari Analisis SWOT atas lokasi calon usaha saya nantinya :


Demikian yang telah saya pelajari semoga bermanfaat,terimakasih untuk semua yang telah membaca blog saya ini, ditunggu saran dan kritiknya :). Salam Entrepreneur !