Minggu, 31 Maret 2013

JR #10 Semakin Seru Deh.... !

Minggu ke 10 sudah mulai , hem.... tak terasa ya waktu berjalan begitu cepat . Ibaratkan kita sedang berlari, tak lama lagi kita akan sampai dipenghujung pembelajaran tepatnya 1 bulan lagi :) . Rasanya gimana ya... ya seneng, ya bingung karena tugas semakin berat dan susah ternyata hehehe... ! . Tapi kalau kita liat lagi, saya baca lagi blog pribadi ini dari awal pembelajaran saya ketawa-ketawa sendiri, malu pak karena tanpa disadari banyak hal yang seharusnya bisa aku lakukan dengan lebih baik tetapi malah saya semakin kendor semangatnya . Tapi aku tak ingin menyerah, katanya banyak temen-temen di angkatan PER Batch 1 yang pulang ke Indonesia tidak bisa bertahan untuk menyelesaikan pembelajaran, dan itu satu catatan yang harus saya garis bawahi " saya tidak ingin seperti mereka,saya pasti bisa dan harus bisa " . Ya walau saya akui sering sekali keputus asaan datang . Apalagi jika pas tugas susah, internet lemot, wah udah gak mood deh, tetapi saya selalu berpikir ulang lagi kenapa mereka saja bisa, saya tidak bisa? Itulah semangat yang selalu saya kobarkan "Jangan Menyerah" kata hati saya dan saya akan mencoba untuk tersenyum lagi sambil berucap .... "Saya Bisa" ^.^ !

Minggu ke 10 materinya adalah : "Online Ritel"
Disini kita diajarkan Cara Membuat Blog, kemudian bagaimana Cara Menggunakan Google Aralytic, Membuat Blog dengan Blogspot/Blogger dan mengetahui tentang Keuntungan Bisnis Ritel .
Untuk cara membuat blog bagi kami tidak begitu kebingungan karena ini telah diajarkan di awal pembelajaran untuk membuat blog pribadi seperti ini yang selalu update setiap minggunya sesuai dengan pembelajaran tiap minggunya . Tetapi disini kita dituntut untuk membuat blog baru yang merupakan blog untuk usaha ritel/ jualan online kita nantinya yang benar-benar akan/ sedang di jalankan sebagai tugas membuat website . Jadi kita harus bisa lebih kreatif lagi, blognya harus lebih menarik dan bagus lagi baik isi maupun tampilannya .

Ini adalah tantangan yang semakin seru, karena saya belum pernah jualan online sebelumnya . Tadinya saya bingung dan hampir menyerah tetapi setelah mengikuti diskusi saya mulai ada gambaran. Pertama saya harus menentukan usaha apa yang akan saya jalankan, apa passion saya? . Sesuai dengan saran yang diberikan oleh wali kelas saya Bpk Teddy " kalau kita tidak tau passion maka kita akan sulit melangkah" . Mengingat usaha warung jajanan saya tidak yakin saya angkat menjadi project dan bisnis online ,  maka saya menciptakan peluang lain dengan passion yang saya miliki. Kemudian saya membuat BMC nya terlebih dahulu dari situ saya tau dan lebih mantap untuk melangkah ke depan.Dan saya pun memberanikan diri untuk mencoba memasarkan produk saya pada halaman fb saya : http://www.facebook.com/fashionzahrana dan blog saya yang masih dalam proses pembuatan dan penyempurnaan : http://fashionzahrana.blogspot.com/ .
Selain itu saya harus banyak browsing internet untuk mendapatkan produk lain yang berkualitas dengan harga terjangkau untuk menambah produk toko online saya, karena tidaklah mungkin saya hanya menjual kerajinan kristik dan tas hand made anyaman dari tali kur hasil karya saya sendiri. Saya akan keteteran, karena saya butuh banyak waktu untuk membuat produk saya dalam stok yang banyak . Karena saya tau dalam jualan online, foto yang kita pasang itu harus ada barangnya jadi pelanggan tidak kecewa, dan dengan "good servis" maka itu akan menjadi value tersendiri dalam bisnis kita .

Dan saya semakin mantap dan bersemangat setelah mengetahui "Keuntungan Bisnis Online" yaitu :
  1. Tidak perlu kantor/toko
  2. Tidak perlu karyawan
  3. Tidak ada Atasan/Bos
  4. Kita tidak perlu stok barang
  5. Berjalan secara otomatis
  6. Tidak perlu perizinan (Akte, SIUP,TDP dll.)
  7. Tidak terikat tempat dan waktu
  8. Tidak perlu modal yang banyak
  9. Punya banyak waktu untuk keluarga dll.
Terimakasih saya ucapkan kepada Bpk Teddy selaku wali kelas saya di kls B atas kesabaran nya membimbing kami dan meluangkan banyak waktu untuk memjelaskan materi dan berdiskusi samapai malam sekali setiap minggunya .
Untuk Bpk Nur Agustinus juga terimakasih pak atas bimbingan selama ini dan waktunya untuk kami ... spesial yang paling menggembirakan bagi saya adalah kelonggaran waktu yang diberikan untuk "Tugas Minggu ke 9 ini" . Saya tidak akan menyianyiakan kesempatan ini dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
Demikianlah JR#10 saya mohon saran dan kritiknya , Salam Entrepreneur :) ! .




"Janganlah merasa tak mampu, Yang tak mampu hanyalah pecundang dan Mencoba itu lebih baik dari pada tidak sama sekali "

Selasa, 26 Maret 2013

JR #9 Tantangan Baru

Minggu ke 9 ini materi sudah diberikan oleh para dosen dan mereka sengaja memberikan waktu kepada kami 1 minggu untuk mempelajari dan mendalami materi terlebih dahulu . Baru minggu berikutnya di berikan tugas. Kami sempat bertanya-tanya ko belum ada tugas ya? eh ternyata materinya cukup sulit untuk dipahami, kami harus memperbanyak konsultasi kepada dosen dan mentor juga berdiskusi dengan kelompok belajar kami. Tantangan baru, ya saya sempat stress berat melihat tugas di minggu ke 9 ini yang cukup berat karena di dalamnya ada 3 tugas sekaligus yang harus dikerjakan yaitu : membuat rencana ritel yang merupakan project yang dilakukan oleh kita sendiri, BMC (Business Model Canvas) dan Website untuk project yang dijalankan .

Aku sudah semakin putus asa rasanya, apa yang harus aku lakukan ? aku memiliki usaha Warung Jajanan yang kecil dan sangat sederhana, produknya pun biasa-biasa saja, dan untuk aku ajukan sebagai project hati kecilku bertanya apa inovasiku untuk membuat warungku ini bisa dipasarkan lewat online ? Ternyata benar passion itu membawa dampak besar dalam menjalankan bisnis, setelah aku jalani hampir 3 bulan ini aku mulai jenuh dan tidak semangat dengan warungku . Dengan segala pertimbangan akhirnya aku putuskan untuk stir balik ke passionku semula dan aku menciptakan peluang yang ada yaitu dengan jualan online. Maka aku mulai survei di internet produk-produk hand made yang unik dan aku mencoba bekerja sama dengan produsennya . Aku juga mengembangkan lagi produk tas hand made dan sulam kristik yang aku miliki . Yah, walau karena itu aku mendapat muka masam dari ibu mertua karena banyak waktuku yang aku gunakan untuk survei di internet, membuat hand made dari pada mengurus warungku secara optimal . Tapi aku mencoba mengatasi dengan menjelaskan aku suka dunia ini, aku senang menjalankan ini dari pada menunggu pelanggan di warung yang belum tentu, yah mudah-mudahan kekecewaan ibu mertuaku segera membaik dan dia bisa memahami aku . Hehe,,, jadi curhat dilema nih :) .

Dan untuk materi minggu ke 9 kita belajar tentang BMC, jadi kita harus melukiskan rencana usaha yang akan / sedang kita jalankan. Dari sini kita akan lebih optimal dalam memulai suatu bisnis/usaha ritel karena kita tau :

  1. Customer Segments : siapa kelompok pelanggan yang kita bidik
  2. Value Preposition : solusi untuk pelanggan, nilai yang menonjol dari sebuah bisnis, pembeda dengan pesaing
  3. Channel : perpanjangan tangan, jalur distribusi, penjualan
  4. Customer Relationship : aktifitas untuk memperoleh, mempertahankan, dan memuaskan pelanggan .
  5. Revenue Structures : struktur pendapatan
  6. Key Resources : segala sumber daya yang diperlukan untuk menjalankan bisnis
  7. Key Activities : segala aktivitas yang penting dalam operasional untuk mendukung kesuksesan bisnis .
  8. Key Partnership : siapa partner bisnis kita ? siapa supplier kita ?
  9. Cos Structures : pengeluaran/biaya .
Itulah 9 componen yang ada dalam BMC, dengan menuliskan BMC dari usaha kita maka kita akan lebih tau kemana dan bagaimana bisnis kita kedepannya ;)

Selain mempelajari tentang BMC kita juga mempelajari tentang "Prosedur Mendirikan Toko Ritel Traditional dan Ritel Moderen" . Dari sini kita tau bahwa sebelum kita mendirikan sebuah toko ritel baik modern/traditional kita harus memenuhi syarat perundang- undangan sebagai berikut :

Toko Moderen :
  1. Mendirikan badan hukum untuk yang akan menjalankan toko moderen
  2. Izin Usaha Toko Moderen (IUTM)
  3. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
  4. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
  5. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
  6. Surat keterangan domisili perusahaan
  7. Surat tanda pendaftaran waralaba ( bila pendirian dilakukan melalui perjanjian waralaba)
  8. Izin gangguan
Begitu juga syarat untuk pendirian toko tradisional juga hampir sama. 
Terimakasih untuk bapak dosen yang telah memberikan materi sehingga menambah ilmu dan wawasan saya tentang dunia ritel, terimakasih untuk penjelasan dalam diskusi mengenai BMC yang sebagian dari kami tanpa penjelasan dari bapak dosen kami sulit untuk memahami :). Sekian dan terimakasih ,salam Entrepreneur ^.^".
"Mencoba tetap tertawa dan semangat dalam menghadapi tantangan untuk masa depan yang cemerlang"

Sabtu, 16 Maret 2013

JR #8 Menentukan Target Pasar Dalam Usaha Ritel

Minggu ke 8 kami mempelajari tentang "Pemasaran". Hari ini aku sibuk membaca ulang semua materi diminggu ke 8 karena aku harus segera menyelesaikan tugas minggu ini . Aku harus benar-benar mengerti dan memahami semua materi yang ada. Waktu aku masih duduk di bangku SMU aku sering belajar dengan sistem SKS (Sistem Kebut Semalam) dan hal ini akhir-akhir ini juga aku lakukan lagi :). Padahal aku tau kalau untuk hasil yang bagus ya kita harus rajin belajar, membaca dan memahami materi tentunya :) .
Ya moga ini cukup menjadi pembelajaran ke depannya untuk bisa lebih baik lagi dan tidak lagi mengulang kembali kesalahan yang sama. Sistem belajar jarak jauh memang harus lebih aktif dan mandiri kalau tidak tentu kita akan keteteran dan tertinggal jauh dari yang lainnya , hal itu aku sadari sepenuhnya . Tetapi kadang sering tergoda oleh keadaan dan rasa males yang kadang datang menyerang. Dan kalau sudah seperti itu aku harus mengingat kembali masa-masa ketika masih di Hongkong dimana aku harus berusaha membagi waktu dan lembur samapi tengah malam untuk belajar, sekarang seharusnya aku harus bisa lebih baik seharusnya .

Untuk bapak dan ibu dosen terimakasih bimbingannya dan materi-materi pembelajarannya sungguh sangat bermanfaat, banyak membuka wawasan baru tentang dunia bisnis/ritel yang belum saya ketahui sama sekali sebelumnya . Untuk kritiknya boleh ga pak soal quiznya jangan susah-susah banget ya :)hehe...? ko soalnya semakin kesini semakin sulit apalagi materinya banyak banget ;) .

STP ( Segmentasi, Targeting, Positioning) dibahas dalam minggu ke 8 ini.
  • Segmentasi : proses  melakukan pemilahan .
  • Targeting    : tentang siapa yang kita bidik menjadi target pasar kita .
  • Positioning : memposisikan produk kita dikenal/ada dibenak pelanggan atau dengan kata lain menciptakan kesan kepada peanggan .
Kita harus melakukan segmentasi karena kita tau tidak semua produk bisa diterima dan dikonsumsi oleh semua kalangan . Setelah itu kita harus menentukan target pasar kita apa produk kita cocok untuk kalangan anak-anak, remaja atau dewasa .
Tetapi tidak cukup sampai disini setelah tau target kita siapa kita masih harus melakukan segmentasi lagi yaitu melakukan pemilahan menurut kemampuannya .
Misalkan :
  • Untuk kelas atas : kemasan dan kualitas bagus .
  • Untuk kelas bawah dan menengah juga kita buat berbeda sesuai dengan kemampuan daya beli mereka.
Kemudian untuk place juga berbeda penempatannnya :
  • Untuk kelas atas : dijual ditoko-toko kelas premium
  • Untuk kelas menengah : ditoko atau pasar alakadarnya
  • Untuk kelas bawah : ditempat / toko yang terjangkau
Kemudian kita juga mempelajari tentang Marketing mix yaitu 4P dan 3P
4P meliputi :
  1. Price          : kita ketahui ada harga premium dan low
  2. Promotion : bisa dilakukan dengan direck mail
  3. Product     : mengenai deferensiasi yaitu apa keunggulan dari produk kita
  4. Place         : tentang tempat usaha kita misal untuk tempat yang kurang strategis kita lakukan sistem antar.
3P meliputi :
  1. Process : tentang standar operational
  2. People   : tentang SDM yaitu kita memiliki karyawan yang memiliki pelatihan (student training) . Misal untuk setiap karyawan bisa berbicara yang sama ketika mengangkat telpon dari custemer , semua kasir akan selalu mengucapkan terimakasih setelah selesai melayani pembayaran kepada setiap costemer yang telah membeli produk .
  3. Physical Evidence : dimana custemer merasakan apa bentuk pelayanan yang diberikan . Misalnya : dengan memberikan segelas air mineral kepada setiap pengunjung yang datang ke toko kita .
Setelah mempelajari materi ini pikiran saya mulai terbuka, saya mulai membayangkan dan merencanakan saya akan melakukan STP dalam usaha saya nantinya . Seperti keinginan saya ingin memiliki distro pakaian muslim dan menambahkan hasil kerajinan tangan saya nantinya maka, saya harus menentukan dulu siapa yang akan menjadi target pasar saya, dan saya harus bisa melakukan segmentasi untuk kalangan mana produk saya nantinya :) .
Ya ternyata banyak sekali yang harus kita ketahui dan persiapkan sebelum kita membuka sebuah usaha . Inilah catatan saya dalam JR #8 semoga bermanfaat, ditunggu juga saran dan kritiknya. Terimakasih, Salam Entrepreneur dan Sukses untuk semua ^.^".

Just do everything with your heart ^.^"

Jumat, 15 Maret 2013

JR #7 Inventori

Minggu ke 7 pembelajaran PER Bach 2 ini, kami mempelajari tentang "Persediaan". Dilihat dari temanya dapat kita tebak materinya mengenai inventori (kulakan barang) dalam bisnis ritel .
Minggu ke 7 ini, aku mencoba untuk menyemangatkan diri untuk lebih baik lagi dari minggu- minggu sebelumnya . Aku tak ingin menjadi pemalas, walau kemarin-kemarin sempet drop karena kondisi badan yang kurang fit tapi aku tak ingin terus menuruti keadaan . Semangat ini harus tetap aku pupuk, jadi inget nasehat mba Sari Gunkid yang wanti-wanti "Nina nanti kalau di Indonesia jangan sampai kendor ya semangat belajarnya" ;) . Dan memang banyak sekali kendala, dan kondisi yang kadang kurang mendukung . Terimakasih Bpk Nur Agustinus setelah membaca postingan bapak terus terang hati saya tergugah dan malu juga pada diri sendiri kebiasaan mengulur waktu samapai batas akhir adalah kebiasaan yang tidak baik dan kalau dibiarkan sangat berakibat fatal untuk diri saya sendiri .

Di minggu ke 7 ini kita dikenalkan dengan "kartu stock sebagai dokumen kendali persediaan" .
Prinsip kartu stock adalah : pergerakan transaksi keluar masuk satu item yang mengidentifikasi tipe transaksi (masuk dari supplier, masuk dari retur outlet, keluar ke outlet, keluar disposal/rusak, keluar untuk pemakaian tertentu dll. lengkap dengan jam transaksi , jumlah barang, keterangan tujuan/ asal barang) . Kartu stock juga mencegah permainan oknum gudang.

First Expired First Out (FEFO) yang berarti : entri pertama harus menjadi pertama kalinya dan menjadi prioritas keluar.
Dalam teori tentang perdagangan jangka aliran produk yang digunakan adalah FEFO dan LIFO.
LIFO berarti : barang yang terakhir kali masuk dan pertama kali keluar. Dalam hal ini yang banyak digunakan adalah FEFO.

Perencanaan Inventori (kulakan barang) merupakan komponen ke-2 dalam strategi baruan ritel.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan adalah :
  1. Prediksi penjualan produk.
          Ada 2 kata gori produk yang perlu diperhatikan oleh peritel adalah
  •  Fast moving product : barang yang memiliki perputaran cepat karena banyak  permintaan    dari konsumen .
  • Slow moving product : barang yang memiliki perputaran lambat / kurang laku.
     2.   Merek dan kualitas produk
     3.   Kombinasi produk
     4.   Waktu pemesanan produk
     5.   Tren pasar dan tren produk
Saya mencoba menerapkan dalam usaha warung jajanan saya sekarang, saya selalu berusaha untuk selalu memiliki persediaan yang cukup untuk jenis jajanan yang banyak diminta oleh konsumen (fast moving product) . Tetapi juga berusaha untuk tetap memperhatikan jenis jajanan lain untuk memperlengkap barang dagangan saya. Karena dilihat dari pengamatan selama ini tidak selamanya jenis jajanan "x" selalu menjadi fast moving product kadang konsumen juga menginginkan jenis jajanan baru karena mungkin faktor bosan dan ingin mencoba jenis jajanan baru ;)
Inilah Jurnal Refleksi diminggu ke 7 yang saya tulis, terimakasih kepada semua yang telah meluangkan waktunya untuk membaca catatan saya . Ditunggu saran dan kritiknya, Salam Entrepreneur :)









Selasa, 12 Maret 2013

JR #6 Pentingnya Cash Flow Dalam Usaha Ritel

Memasuki minggu ke-6 ini, saya mempelajari tentang "Cash Flow atau Arus kas, Belajar akuntasi dasar memahami debit dan kredit, Buku besar, dan Laporan laba rugi ". Ini memberi arti tersendiri pada diri saya, karena terus terang saya sangat kurang dalam hal akuntasi, sa'at saya masih duduk di bangku SMU kls 1 dan 2 pelajaran yang paling membuat saya setres adalah akuntasi .
Minggu ke 6 ini saya tidak bisa konsentrasi karena kondisi badan yang lemah, sempat beberapa hari tergeletak lemah dengan kondisi badan yang kurang fit, awalnya saya tidak tau kenapa tetapi setelah saya periksa ternyata saya akan menjadi seorang ibu :) . Ini memberikan kebahagiaan tersendiri tentunya karena ini adalah hal yang pertama bagi saya, akan tetapi dengan kondisi badan yang lemah cukup membuat saya keteteran untuk membagi waktu dan berkonsentrasi dalam mempelajari materi serta mengerjakan tugas esai,quiz dan membuat jurnal refleksi untuk setiap minggunya. Alhasil semuapun jadi tertinggal, jadi mohon ma'af kepada bapak Dosen kalau akhir-akhir ini saya sering tidak aktif dalam diskusi maupun yang lain, tetapi saya akan tetap berusaha untuk tidak menyerah mengikuti pembelajaran ini dan berusaha mengerjakan tugas tepat pada batas waktu yang telah ditentukan :) . Terimakasih atas toleransinya .

Pengelolaan Arus kas (Cash Flow) sangat diperlukan dalam usaha ritel untuk mengetahui perputaran uang yang masuk dan keluar serta untuk menghindari terjadinya "kas kosong" tiba-tiba tanpa kita sadari. Disini saya juga belajar mengenai teori TUWAGAPATMA = wakTU,WAng,tenaGA secara tePAT dan heMAt dalam mengelola usaha ritel. Selain itu juga menerapkan teori "Strategi Istri Teladan" dimana kita harus bisa mengelola belanja bulanan yaitu : tidak boleh terjadi antara pendapatan = pengeluaran, kita juga harus bisa menabung,dan mengubah gaya hidup kita.
Ini sangat membuka pikiran saya untuk memperbaiki pengaturan keuangan pribadi maupun usaha saya nantinya. Selama ini gaya hidup saya sewaktu di luar negeri termasuk boros, sering menggunakan uang tidak dengan hemat malah terkesan berlebihan yaitu lebih menuruti keinginan dari pada kebutuhan dalam membeli suatu barang . Yah dari sini saya menyadari bahwa apa yang saya lakukan selama ini adalah salah dan saya ingin memperbaikinya, terutama dalam usaha yang akan saya rencanakan nantinya.
Saya tidak  akan lagi mencampur adukan uang pribadi dengan uang usaha saya, cukup sudah saya mengalami kegagalan dalam usaha sampingan selama bekerja di luar negeri dimana hasilnya sering saya gunakan untuk membeli barang-barang kesukaan seperti tas,baju dll. Akhirnya tanpa saya sadari saya kehabisan modal, ditambah lagi saat itu saya belum tau tentang pentingnya "Cash Flow" dalam suatu usaha .

Terimakasih saya ucapkan kepada bapak dan ibu dosen yang telah memberikan materi ini sehingga saya mengetahui tentang kesalahan apa yang telah saya lakukan di masa lalu, mudah-mudahan dengan ilmu yang saya dapat sekarang saya dapat memperbaiki kesalahan dan memulai usaha dengan lebih baik lagi. Inilah blog JR #6 saya diminggu ke 6 ini, mohon saran dan kritiknya. Terimakasih dan Salam Entrepreneur :) !

Ibarat kegagalan adalah hujan dan kesuksesan adalah matahari maka kita butuh keduanya untuk bisa melihat "pelangi"

Senin, 11 Maret 2013

JR #5 Belajar Menerapkan Budaya 5R

Di minggu ke-5 ini,saya mempelajari hal baru yang sangat berarti yaitu 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin). 5R ini adalah terjemahan dari bahasa Jepang  yang dikenal dengan 5S.
5S ini adalah : - Seiri yang berarti Ringkas
                        - Seiton yang berarti Rapi
                        - Seiso yang berarti Resik
                        - Saiketsu yang berarti Rawat
                        - Shitsuke yang berarti Rajin
Ini adalah budaya kerja Jepang, saya sangat tertarik dan terpesona ketika melihat vidio materi tentang 5R ,sungguh suasana tempat kerja yang ringkas,rapi, resik,terawat dan rajin tentunya akan memberi semangat dan nilai lebih tersendiri.
Apalagi sekarang saya sudah berada di Tanah Air tentu keadaan lingkungan sekitar saya sangatlah jauh berbeda dari beberapa bulan yang lalu ketika saya masih bekerja di luar negeri. Sampah - sampah yang berserakan disana-sini, limbah plastik yang mengotori selokan dan saluran irigasi, tidak adanya kesadaran warga masyarakat pedesaan untuk memisahkan sampah dari yang kertas,plastik maupun organik mereka jadikan satu ditimbun ditanah padahal ini akan mengakibatkan pencemaran tanah.
Setelah saya mempelajari 5R saya mencoba menerapkan di lingkungan tempat tinggal saya sendiri, yang tadinya sering males-malesan sekarang lebih rajin , ternyata hasilnya semangat saya menjadi bertambah dengan keadaan ruumah yang lebih rapi :). Saya juga selalu membersihkan warung saya dan menatanya menjadi lebih dari biasanya . Ada nilai tersendiri yang saya dapat ketika belajar menerapkan 5R ini.
Ya untuk mencoba menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kebersihan bukanlah hal yang mudah tetapi saya akan memulai semua dari diri saya sendiri .
Untuk tahap awal saya mengajarkan kepada anak-anak SD yang jajan di warung saya untuk membuang sampah pada tempatnya dan mengajari untuk terbiasa memisahkan jenis sampah dari plastik,kertas dan organic dibuang di tempat sampah yang berbeda, dan hasilnya cukup menggermbirakan sekarang tanpa disuruh mereka sudah mau membuang sampah pada tempatnya sehingga sorenya saya tidak perlu repot-repot untuk membersihkan halaman warung saya yang penuh dengan sampah yang berserakan .



Itulah yang saya dapatkan di minggu ke 5 ini, terimakasih Bapak, Ibu Dosen PER Bach 2 atas materi yang telah diberikan hingga saat ini, dengan keterbatasan jaringan internet yang kadang masih lemot saya terus berusaha mengejar ketinggalan, saya juga harus membagi waktu untuk belajar, dan jualan  di warung sendiri, serta mengurus pekerjaan rumah rasanya kadang saya hampir putus asa menjadi hiu lautan ternyata tak semudah yang dibayangkan, apalagi karena saya belum pernah bekerja di Indonesia sebelumnya dan selama ini terbiasa hidup di luar negeri dengan gaji yang berpuluh kali lipat sungguh saya akui kadang mental saya goyah ingin rasanya kembali ke bekerja di luar negeri, tetapi kemudian saya berpikir jernih saya harus yakin di Indonesia pun saya bisa sukses .


"Berusahalah untuk selalu menuju perubahan yang lebih baik lagi "