Tugas minggu ke 11 adalah membuat project pembelajaran dalam PER Batch 2 ini. Setelah membuat toko online kita disuruh melakukan tes pasar. Sebenarnya tugas ini sudah diberitahukan sejak tanggal 31 maret 2013 melalui pengumuman di facebook Group PER Batch 2 . Namun, karena saya sibuk memperbaiki website toko online saya kelupaan, dan baru saya coba lakukan tes pasar dengan serius setelah pemberitahuan ulang di umumkan. Selama ini saya hanya coba tawarkan ke temen-temen deket, mantan temen SMU dll. Dan sayapun tak sempat merekamnya. Membaca kembali pemberitahuan ulang tgl 15 Mei 2013 tentang tes pasar sempat membuat saya bingung.... aduh gimana ini? Apa lagi ternyata ada turn in nya di kelas EDMODO yang memang baru saya dapati :). Tetapi alhamdulillah... semua bisa dikerjakan tepat pada waktunya, walau mungkin hasilnya kurang begitu memuaskan. Tidak semua orang yang saya temui mau direkam akhirnya sayapun hanya bisa mencatat kesimpulan dari apa yang mereka katakan tentang product toko online saya.
Ternyata membuat sebuah usaha tidaklah semudah kita membalik telapak tangan. Kadang apa yang terjadi tidak seperti yang kita harapkan. Begitu juga dengan hasil tes pasar yang saya lakukan. Tapi tidak apa justru dari situlah saya tau apa yang menjadi kekurangan dari toko saya. Saya juga jadi tau ternyata berjualan di lingkungan masyarakat pedesaan tidaklah mudah dilakukan dengan sistem pembayaran "cash" terutama untuk pembelian seperti "busana muslim". Masyarakat pedesaan suka dan terbiasa melakukan pembelian dengan sistem cicilan tempo/sistem kredit. Jadi memang harus sangat dimaklumi ketika saya menawarkan product busana muslim mereka menolak, malah mengajukan usul untuk menjual dengan sistem cicilan tempo/kredit :(. Dan dari hasil tes pasar yang telah saya lakukan,tidak semua kalangan mau membeli product toko saya. Ternyata hanya merka dari kalangan menengah keatas yang mau membeli. Terutama mereka yang bekerja sebagai pegawai dan memiliki gaji ataupun mereka yang merupakan istri seorang pegawai. Tetapi ada yang sedikit menghibur hati saya untuk product bross banyak diminati oleh kalangan pelajar yang pingin tampil gaul dan remaja putri yang berjilbab, dan kalangan muda yang suka dan menghargai hand made.
Ya, itulah hasil dari tes pasar yang telah saya lakukan, setelah tau kekurangan product saya, saya berusaha memenuhi kekurangan yaitu dengan menjual model product baru yang harganya lebih terjangkau salah satunya dengan menjual bross dari bahan kain satin yang harganya lebih murah, diharapkan product saya ini lebih bisa dibeli consument :).
Dan untuk tes pasar secara online juga saya lakukan melalui jejaring sosial facebook, juga melalui WhatsApp responnya cukup baik dan ada beberapa yang membeli product saya, terutama mereka yang diluar negeri satu teman di Hongkong mau membeli bross cantik dari batu halus saya untuk putrinya yang ada di Indonesia. Satu teman di Malaysia juga membeli product bross saya... Alhamdullillah untuk harga mereka tidak keberatan. Dari sini saya semakin semangat untuk terus berbisnis online karena menjual product dengan mereka yang jauh di negara orang lebih mdah, mereka tidak berpikir panjang untuk membeli product kalu barangnya menarik mereka suka oke-oke aja. Itu juga karena faktor daya beli mereka jauh lebih tinggi dari pada mereka yang bekerja di Indonesia.
Terimakasih saya ucapkan kepada bapak, ibu Dosen atas bimbingan dan waktunya telah membimbing saya samapi saat ini. Terutama bpk wali kelas saya Tedy Saputra yang selalu menyempatkan waktunya setiap sabtu malam pukul 23.00 WIB sampai dini hari untuk membuka kelas online dan memberikan bimbingan kepada kita semua di kelas B. Juga kepada bpk Nur Agustinus yang selalu menyempatkan waktunya untuk menjawab setiap kesulitan kami melalui group inbook dalam diskusi kelompok belajar kami, karena kondisi kami yang lebih mudah melakukan diskusi melalui inbook facebook dari pada online di kelas Edmodo karena siang kita setiap saat bisa online fb dengan ponsel dan itu lebih memudahkan diskusi kelompok saya yang anggoanya ada di Indonesia, Hongkong dan Malaysia. Saya senang bisa masih terus mengikuti PER Bacth 2 sejauh ini padahal kadang saya putus asa dan berpikir akan mengundurkan diri karena keadaan di Indonesia saya rasakan sangat berbeda dibandingkan ketika saya masih di Hongkong. Kalau di Hongkong semangatnya sangat besar setiap hari libur bisa ketemu dan belajar bersama itu memberi nilai tersendiri untuk terus memupuk semangat beajar. Tapi kalau di Indonesia dengan banyak problema yang dihadapi kita harus berjuang keras untuk terus memupuk semangat belajar kita agar tidak padam. Dan alhamdullilah untuk masalah koneksi Internet saya tidak mengalami kesulitan lagi seperti sebelumnya. Karena sekarang saya menggunakan jasa " Speedy dari Telkomsel" lancar banget ya walau tagihan bulananya cukup lumayan mahal he...he...he...!
Ya itulah yang bisa saya tulis untuk JR #11 , mungkin masih banyak kekurangan dalam hal menulis. Ditunggu saran dan kritiknya, Terimakasih dan Salam Entrepreneur ^.^".
Untuk semua teman-temanku di IPTEK - I ..."Ayo ayunkan langkah kita dan teruslah melangkah menuju perubahan yang lebih baik ,jagalah selalu kekompakan kita dan jangan pernah menyerah untuk meraih kesuksesan" Kayao...kayao!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar