Di minggu ke-5 ini,saya mempelajari hal baru yang sangat berarti yaitu 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin). 5R ini adalah terjemahan dari bahasa Jepang yang dikenal dengan 5S.
5S ini adalah : - Seiri yang berarti Ringkas
- Seiton yang berarti Rapi
- Seiso yang berarti Resik
- Saiketsu yang berarti Rawat
- Shitsuke yang berarti Rajin
Ini adalah budaya kerja Jepang, saya sangat tertarik dan terpesona ketika melihat vidio materi tentang 5R ,sungguh suasana tempat kerja yang ringkas,rapi, resik,terawat dan rajin tentunya akan memberi semangat dan nilai lebih tersendiri.
Apalagi sekarang saya sudah berada di Tanah Air tentu keadaan lingkungan sekitar saya sangatlah jauh berbeda dari beberapa bulan yang lalu ketika saya masih bekerja di luar negeri. Sampah - sampah yang berserakan disana-sini, limbah plastik yang mengotori selokan dan saluran irigasi, tidak adanya kesadaran warga masyarakat pedesaan untuk memisahkan sampah dari yang kertas,plastik maupun organik mereka jadikan satu ditimbun ditanah padahal ini akan mengakibatkan pencemaran tanah.
Setelah saya mempelajari 5R saya mencoba menerapkan di lingkungan tempat tinggal saya sendiri, yang tadinya sering males-malesan sekarang lebih rajin , ternyata hasilnya semangat saya menjadi bertambah dengan keadaan ruumah yang lebih rapi :). Saya juga selalu membersihkan warung saya dan menatanya menjadi lebih dari biasanya . Ada nilai tersendiri yang saya dapat ketika belajar menerapkan 5R ini.
Ya untuk mencoba menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kebersihan bukanlah hal yang mudah tetapi saya akan memulai semua dari diri saya sendiri .
Untuk tahap awal saya mengajarkan kepada anak-anak SD yang jajan di warung saya untuk membuang sampah pada tempatnya dan mengajari untuk terbiasa memisahkan jenis sampah dari plastik,kertas dan organic dibuang di tempat sampah yang berbeda, dan hasilnya cukup menggermbirakan sekarang tanpa disuruh mereka sudah mau membuang sampah pada tempatnya sehingga sorenya saya tidak perlu repot-repot untuk membersihkan halaman warung saya yang penuh dengan sampah yang berserakan .
Itulah yang saya dapatkan di minggu ke 5 ini, terimakasih Bapak, Ibu Dosen PER Bach 2 atas materi yang telah diberikan hingga saat ini, dengan keterbatasan jaringan internet yang kadang masih lemot saya terus berusaha mengejar ketinggalan, saya juga harus membagi waktu untuk belajar, dan jualan di warung sendiri, serta mengurus pekerjaan rumah rasanya kadang saya hampir putus asa menjadi hiu lautan ternyata tak semudah yang dibayangkan, apalagi karena saya belum pernah bekerja di Indonesia sebelumnya dan selama ini terbiasa hidup di luar negeri dengan gaji yang berpuluh kali lipat sungguh saya akui kadang mental saya goyah ingin rasanya kembali ke bekerja di luar negeri, tetapi kemudian saya berpikir jernih saya harus yakin di Indonesia pun saya bisa sukses .
"Berusahalah untuk selalu menuju perubahan yang lebih baik lagi "


Tidak ada komentar:
Posting Komentar